Merawat Sugar Glider? Susah Nggak Sih?

merawat sugar glider

ReviewBunda – Anjing dan kucing menjadi hewan peliharaan yang sudah sangat awam untuk tinggal di rumah. Namun, bagaimana dengan hewan peliharaan bernama sugar glider? Apakah merawat sugar glider lebh susah dibanding hewan peliharaan lainnya?

Cara Merawat Sugar Glider

Sugar glider merupakan hewan nokturnal asal Australia yang mirip dengan tupai. Yuk, simak ulasan perawatan sugar glider di bawah ini.

  • Kenali Perilaku dan Karakteristik yang Unik

Sugar glider merupakan salah satu hewan yang hidup berkoloni atau hidup dengan kelompoknya. Sebab itu, hewan ini juga memiliki ikatan yang kuat satu dengan yang lainnya.

Karenanya, akan lebih baik, apabila Mums dan Paps merawat sepasang sugar glider agar hewan ini tidak merasa kesepian dan berujung pada stres.

Untuk Mums dan Paps yang merawat sugar glinder sebagai peliharaan karena karakternya yang menghibur, Momin katakan sangat tepat.

Dilansir dari Liputan6.com, hewan ini cenderung menyukai interaksi dengan manusia yang merawatnya. Selain itu, laman Sehatq.com juga menyebutkan demikian, bahwa hewan satu ini memiliki sifat sangat sosial.

  • Menyiapkan dan Menempatkan Kandang yang Aman dan Nyaman

Sugar glinder identik dengan karakteristik hewan yang suka bermain dengan cara meluncur. Momin menyarankan kandang berukuran besar agar ia dapat bergerak di ruang kandang dengan leluasa, dengan ukuran ideal untuk satu ekor sugar glinder yaitu 60 x 40 x 40 sentimeter.

Baca juga :   10 Manfaat Kunyit untuk Kecantikan

Di alam liar, sugar glinder umumnya tertidur di ranting pohon. Sehingga, Mums dan Paps dapat membuat kandang yang menyerupai habitat aslinya.

Oleh karenanya, Mums perlu menyiapkan tempat tidur pada bagian dalam kandang, seperti kantung tidur dengan bahan yang cukup tebal. Tujuannya adalah untuk menghalangi masuknya cahaya saat siang hari, tapi tetap ada sirkulasi udara yang memadai ya Paps.

Berikan banyak ranting cabang untuk sarana bermain hewan sugar glinder. Lainnya seperti roda latihan tertutup agar bisa digunakan untuk berlari tanpa takut ekornya tersangkut dan terluka, lonceng, tangga hingga mainan burung yang digantung di antara ranting cabang dan kandang.

Mums dan Paps juga dapat mengakali kantong tidur dengan menggunakan bahan yang terbuat dari wol atau rumah burung dari kayu yang aman, seperti eucalyptus, manzanita hingga kayu pohon apel. Ada baiknya apabila kandang ditempatkan di spot yang sering dilalui agar membuatnya cepat jinak.

Momin tidak menyarankan kandang yang terbuat dari bahan baja galvanis, karena sifatnya yang mudah berkarat sehingga dapat melukai sugar glinder hingga infeksi.

  • Menyiapkan Alas Kandang dengan Menggunakan Baki Besar

Mums dapat menyiapkan baki besar sebagai alas kandang. Baki besar ditujukan sebagai tempat menampung kotoran dan sisa makanan agar lebih mudah dibersihkan.

Selain itu, Mums dapat menambahkan pasir maupun koran bekas sebagai tempat menampung kotoran di atas alas, serta menggantinya seminggu sekali.

Momin tidak menyarankan untuk menggunakan kayu dan sejenisnya sebagai alas di dalam kandang, karena sifatnya yang dapat menyerap sisa kotoran, sehingga dapat mengganggu pernafasan sugar glinder.

Oleh karena itu, untuk menjaga kebersihan dan kesehatan dari sugar glider, Momin menyarankan agar Paps dan Mums menggunakan pasir wangi untuk menghilangkan bau kencing dan kotoran.

  • Memilih Kualitas Makanan dan Minuman yang Baik

Sugar glider merupakan kelompok hewan omnivora atau pemakan hewan sekaligus tumbuhan. Kebanyakan orang juga menambahkan bubuk nektar, telur rebus, sereal bayi protein tinggi, madu, vitamin hingga suplemen dan tambahan air. Hal ini ditujukan untuk memastikan sugar glinder mendapat nutrisi yang tepat dan cukup baik.

Baca juga :   Tips Melangsingkan Badan

Liputan6.com menyebutkan bahwa sugar glinder sangat menyukai kadal kecil, telur burung, hingga serangga dan sejenisnya. Semuanya itu merupakan makanan pokok dari sugar glider.

Sedangkan untuk camilannya, Mums dapat memberikan ulat hongkong, pepaya kering, kacang, kelapa kering bebas sulfur hingga yogurt. Pada dasarnya, makanan untuk sugar glider merupakan makanan yang mengandung nutrisi yang cukup, seperti lemak, protein, mineral hingga gula yang cukup.

Untuk kebutuhan minuman, Mums dan Paps hanya perlu memberikan air yang tidak mengandung zat pewarna, pengawet maupun pemanis buatan. Air minum yang ideal untuk hewan ini adalah air minum yang telah disaring atau bukan termasuk air tanah.

merawat sugar glider

  • Melatih Suger Glider Bersosialisasi

Cara terbaik bagi sugar glider untuk jinak adalah dengan membiarkannya mengeksplorasi ruang di luar kandang. Ini artinya, Mums dan Paps membebaskannya untuk berinteraksi dan bermain di luar kandang. Ini juga membuat sugar glinder menjadi tidak cepat bosan.

Ciri-ciri sugar glider yang sudah jinak adalah cara sugar glinder bersikap. Ia akan meringkuk bahkan tertidur di bahu hingga saku baju Mums atau Paps. Ada fakta lucu nih mengenai hewan satu ini. Sugar glider yang sudah jinak akan bersikap rukun kepada hewan peliharaan lain, seperti kucing bahkan anjing.

  • Perawatan Tubuh

Laman Sehatq.com, menyebutkan bahwa sugar glider termasuk hewan dengan tingkat groomer yang sangat baik. Ia akan meludah ke tangannya untuk membersihkan tubuhnya. Kebiasaannya ini membuat badannya selalu bersih dan terawat dengan sendirinya.

Mums dan Paps hanya perlu memandikannya apabila terdapat kotoran atau zat beracun dan berbahaya yang berada di bulunya, jadi tidak perlu sering memandikannya.

  • Hindari Infeksi Bakteri dan Parasit

Sugar glider merupakan salah satu hewan yang rentan terhadap infeksi bakteri maupun parasit. Ciri-ciri yang mudah dikenali untuk mengetahui jika hewan ini terinfeksi adalah kondisi dehidrasi, kekurangan gizi hingga lesu.

Baca juga :   Manfaat Daun Kersen Untuk Diabet

Umumnya, infeksi tersebut didapat melalui apa yang telah dikonsumsi oleh hewan satu ini Mums! Jadi, makanan dan minumannya harus benar-benar diperhatikan ya!

  • Periksakan ke Dokter Hewan Secara Rutin

Momin menyarankan kepada Mums dan Paps yang ingin merawat sugar glider untuk dapat memeriksanya ke dokter hewan secara rutin atau berkala. Ini karena, sugar glider rentan terhadap berbagai infeksi bakteri dan parasit, cedera traumatis akibat benturan yang cukup parah, kanker hingga kegagalan fungsi organ, seperti obesitas, malnutrisi, penyakit tulang metabolik, masalah gigi dan rentan stress hingga depresi.

itulah langkah-langkah untuk merawat sugar glider. Meskipun ukurannya yang kecil, tapi sugar glinder butuh perhatian besar loh Mums.