Kapan Harus ke Rumah Sakit untuk Bersalin? Kenali 4 Tanda Ini Mums

Ibu & anak314 Views

rumah sakit untuk bersalin

ReviewBunda – Menjelang hari-hari kelahiran sang buah hati, Mums biasanya akan melakukan berbagai persiapan, mulai dari menyiapkan ruangan untuk si kecil hingga proses persalinan. Lantas, kapan Mums harus ke rumah sakit untuk bersalin?

Kebanyakan ibu hamil umumnya juga sudah menentukan ke rumah sakit atau klinik mana nantinya akan melakukan persalinan. Hal ini memang dirasa penting agar ketika mendekati waktu  melahirkan, Mums tak bingung atau panik harus pergi ke mana.

Satu hal perlu diketahui, Mums, meski jarak kelahiran sudah dekat, Mums tak perlu terburu-buru pergi ke rumah sakit.

Mums bisa saja akan disarankan untuk pulang lagi lantaran sebenarnya waktu persalinan belum tiba. Sebaliknya, Mums juga jangan sampai telat pergi ke rumah sakit hingga berujung melahirkan di jalan.

Kapan Mums harus ke rumah sakit untuk bersalin?

Kapan sih sebaiknya ibu hamil pergi ke rumah sakit? Adakah tanda-tanda khusus yang menunjukkan Mums harus segera mendapatkan penanganan medis? Nah, untuk mengetahuinya, simak ulasan berikut ya, Mums.

Kontraksi yang teratur

Mums harus bisa membedakan antara kontraksi sesungguhnya dengan kontraksi palsu (false labour). Umumnya kontraksi palsu bisa terjadi pada awal trimester ketiga. Pada kondisi ini, kontraksi akan timbul hilang dan hanya terasa di bagian perut depan.

Sementara kontraksi sesungguhnya terasa seperti menjalar dari perut bagian atas atau punggung ke arah perut bawah. Mums sebaiknya bergegas ke rumah sakit saat mulai merasakan kontraksi terjadi teratur dengan frekuensi setiap 10 menit sekali dan semakin lama semakin kuat.

Baca juga :   Tren Podcast Parenting dan Manfaat dalam Pengasuhan

Kontraksi ini terjadi begitu kuat hingga ibu hamil terkadang sulit berbicara. Kontraksi yang sebenarnya biasanya juga disertai dengan keluarnya lendir darah.

rumah sakit untuk bersalin

Ketuban pecah

Selaput ketuban pecah umumnya terjadi ketika kontraksi mulai teratur dan semakin kuat. Kontraksi perut yang mulai kuat dengan frekuensi yang semakin sering menimbulkan robekan pada selaput ketuban, yang menyebabkan air ketuban mengalir keluar dari jalan lahir.

Kendati demikian, kondisi ini pun terkadang juga dapat terjadi sebelumnya. Air ketuban bisa keluar, baik menjelang persalinan maupun jauh-jauh hari sebelumnya. Namun, jika hal ini terjadi, Mums sebaiknya segera berangkat ke rumah sakit manakala mengalami kondisi demikian.

Penurunan bayi

Menjelang kelahiran, terkadang Mums akan merasakan bayi dalam kandungan semakin turun ke rongga panggul dan menetap dalam posisi siap keluar. Jika hal ini terjadi, Mums akan merasa sering ingin buang air kecil lantaran adanya tekanan pada kandung kemih.

Lendir keluar dari organ reproduksi

Keluarnya lendir darah dari jalan lahir merupakan petunjuk bahwa Mums memasuki fase laten persalinan. Sebagai informasi, fase persalinan terbagi menjadi dua, yakni fase laten dan fase aktif. Fase laten ditandai oleh pembukaan 1-4. Sedangkan fase aktif dimulai dari pembukaan 4 sampai pembukaan lengkap.

Pada fase laten, leher rahim perlahan akan membuka sedikit demi sedikit seiring kontraksi pada rahim. Saat leher rahim terbuka makin lebar, lendir dari leher rahim akan keluar melalui jalan lahir. Warna lendir pun tidak selalu sama, bisa jernih, merah muda, atau bercampur darah.

Itu dia Mums, tanda-tanda kapan Mums harus segera pergi ke rumah sakit. Apabila  Mums mengalami kondisi demikian, itu artinya Mums akan segera mengalami kontraksi persalinan. Namun terkadang, ada pula persalinan baru terjadi selang satu hingga dua minggu kemudian.

Baca juga :   Manfaat Buah Plum Bagi Ibu Hamil

Oleh sebab itu, sebagai upaya mempersiapkan persalinan, Mums sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemahaman lebih lanjut terkait tanda-tanda persalinan dan kapan sebaiknya harus ke rumah sakit untuk bersalin.